Hikmah & Wawasan

5 Kondisi yang Harus Diterapkan sebelum Mengambil Keputusan

AYATINA – Pengambilan keputusan yang cepat dan tepat sering diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. 

Keputusan yang diambil dapat berhubungan dengan pekerjaan, keluarga, atau hubungan sosial yang dapat berdampak besar terhadap masa depan dan orang di sekitar.

Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui bagaimana Islam mengajarkan seorang muslim untuk mengambil keputusan yang tepat. 

Salah satu prinsip utama yang ditekankan dalam Islam adalah tidak mengambil keputusan dalam keadaan marah. Karena emosi yang tidak terkendali dapat menyebabkan kesalahan yang bisa merugikan diri sendiri dan orang lain.

Berikut adalah cara Islam dalam mengajarkan cara untuk mengambil keputusan yang tepat:

Hikmah atau kebijaksanaan merupakan salah satu nilai yang sangat penting dalam mengambil keputusan. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 269:

يُؤۡتِى الۡحِكۡمَةَ مَنۡ يَّشَآءُ‌‌ ۚ وَمَنۡ يُّؤۡتَ الۡحِكۡمَةَ فَقَدۡ اُوۡتِىَ خَيۡرًا كَثِيۡرًا‌ ؕ وَمَا يَذَّكَّرُ اِلَّاۤ اُولُوا الۡاَلۡبَابِ

Artinya: “Dia memberikan hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki. Barang siapa diberi hikmah, sesungguhnya dia telah diberi kebaikan yang banyak. Dan tidak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang mempunyai akal sehat.”

Hikmah mengajarkan untuk melihat masalah dari berbagai sudut pandang, berpikir jernih, dan mempertimbangkan berbagai faktor sebelum membuat keputusan. Sehingga hikmah akan menghasilkan keputusan yang bijaksana dan membawa kebaikan, baik untuk diri sendiri maupun orang lain. 

Salah satu hal yang penting kita perhatikan adalah menghindari pengambilan keputusan dalam keadaan marah. 

Marah adalah emosi yang dapat membuat seseorang kehilangan kontrol dan membuat keputusan secara impulsif tanpa mempertimbangkan konsekuensi jangka panjang. 

Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam bersabda:

إِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْكُتْ.

Artinya: “Apabila seorang dari kalian marah, hendaklah ia diam,” (HR Ahmad dan Bukhori).

Hadits ini menunjukkan pentingnya mengendalikan emosi sebelum membuat keputusan penting. Ketika seseorang marah, pemikirannya bisa menjadi kabur, dan bisa saja ia membuat keputusan yang tidak rasional atau malah merugikannya atau orang lain. 

Islam mengajarkan umatnya untuk senantiasa memohon petunjuk dari Allah SWT dalam setiap urusan, termasuk dalam pengambilan keputusan yang penting. Berdoa menjadi salah satu cara yang dapat umat Islam lakukan.

Islam mengajarkan umatnya untuk senantiasa memohon petunjuk dari Allah SWT dalam setiap urusan, termasuk dalam pengambilan keputusan yang penting. Berdoa menjadi salah satu cara yang dapat mereka lakukan.

Allah SWT berfirman dalam surat Gafir ayat 60 berikut ini:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْۗ اِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَࣖ

Artinya: “Tuhanmu berfirman, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina’.”

Islam juga mengajarkan kita untuk tidak ragu untuk melibatkan orang lain dalam pengambilan keputusan, terutama mereka yang memiliki pengalaman atau pengetahuan yang lebih.

Musyawarah dapat memberikan sudut pandang yang berbeda, untuk membantu melihat permasalahan dengan lebih objektif, dan mengurangi pengaruh emosi dalam pengambilan keputusan. 

Allah SWT berfirman dalam surat Asy-Syura ayat 38 berikut ini:

وَالَّذِيْنَ اسْتَجَابُوْا لِرَبِّهِمْ وَاَقَامُوا الصَّلٰوةَۖ وَاَمْرُهُمْ شُوْرٰى بَيْنَهُمْۖ وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَۚ

Artinya: (juga lebih baik dan lebih kekal bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhan dan melaksanakan salat, sedangkan urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah di antara mereka. Mereka menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka.”

|| BACA JUGA : Makna 5 Tombo Ati: Ditinjau dari Kajian Al-Qur’an

Islam sangat menghargai akal dan logika dalam pengambilan keputusan. Akal sehat merupakan anugerah dari Allah SWT yang harus umat Islam gunakan dengan baik untuk membuat keputusan yang bijaksana. 

Allah SWT berfirman dalam surat Ar-Ra’d ayat 19:

 اَفَمَنْ يَّعْلَمُ اَنَّمَآ اُنْزِلَ اِلَيْكَ مِنْ رَّبِّكَ الْحَقُّ كَمَنْ هُوَ اَعْمٰىۗ اِنَّمَا يَتَذَكَّرُ اُولُوا الْاَلْبَابِۙ 

Artinya: “Apakah orang yang mengetahui bahwa apa yang diturunkan kepadamu (Nabi Muhammad) dari Tuhanmu adalah kebenaran sama dengan orang yang buta? Hanya orang yang berakal sehat sajalah yang dapat mengambil pelajaran.” 

Dengan menggunakan akal sehat, seorang muslim dapat menganalisis situasi dengan lebih jelas, memahami berbagai kemungkinan, dan memilih keputusan yang paling tepat.

Islam mengajarkan umatnya untuk mengambil keputusan dengan bijaksana, penuh pertimbangan, dan tidak terburu-buru. 

Salah satu prinsip yang sangat penting adalah untuk tidak membuat keputusan dalam keadaan marah, karena emosi yang tidak terkendali dapat mengarah pada keputusan yang tidak rasional dan merugikan. 

Jika ajaran-ajaran ini kita ikuti dengan baik, niscaya seorang muslim dapat mengambil keputusan yang tepat, bermanfaat, dan selaras dengan prinsip-prinsip Islam.

Wallohu A’lam
Oleh Luh Gede Anglika Gayatri Sukma

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *